Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Senin, 27 Mei 2013

METODE PEMBELAJARAN "EKSTRIM"

(Elaboratif, Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern)
Sebagai seorang guru dipastikan kita sering menjumpai berbagai fenomena nyata khususnya pada keadaan peserta didik kita baik dalam hal kerajinan, kedisiplinan, etika, dan minat belajar mereka. Dari berbagai fenomena yang kompleks tersebut, seorang guru pun dituntut memiliki metode pembelajaran yang kompleks pula, kompleks dalam arti memiliki banyak cara, banyak inisiatif, banyak alternatif yang bersifat kreatif dan inovatif, selain itu seorang guru harus banyak bersabar pada muridnya untuk mengulang materi, menjelaskan ulang, membimbing mereka, sehingga mereka nantinya selain menjadi menjadi manusia yang berkualitas mereka juga mempunyai karakter yang baik, matang serta stabil.
Terlebih lagi pada era globalisasi seperti sekarang ini guru harus banyak belajar untuk selalu mengembangkan kemampuannya dalam upaya meningkatkan kualitas maupun efektifitas pembelajaran, peningkatan SDM guru ini perlu terus-menerus dilakukan akibat dampak dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang cepat ini.
Teknik mengajar yang baik dan benar bagi seorang guru merupakan hal yang sangat vital dalam menentukan efektif tidaknya sebuah pembelajaran. Alhasil seorang guru harus selalu berevolusi, dinamis dan terbuka dalam menerima hal yang baru, bukan hanya aktif dalam mengembangkan kemampuannya, namun juga proaktif dalam menyikapi setiap fenomena yang cenderung fluktuatif dan dinamis khususnya dalam dunia pendidikan sekarang ini, usaha untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas guru tersebut dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan, diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan maupun program-program yang berkaitan dengan pengembangan diri secara umum hingga pengembangan terkhusus yang berkaitan dengan peningkatan profesionalitas kinerja guru, misalnya dengan mengikuti seminar-seminar pendidikan, KKG, MGMP, browsing di internet dan sebagainya.
Kita semua sependapat bahwa di era kemajuan teknologi yang telah mendunia ini memiliki dampak dan konsekuensi yang sangat besar dan kompleks, bagai pisau bermata dua, sisi lain memberikan dampak positif yang luar biasa namun di sisi lainnya memberikan dampak negatif yang luar biasa pula. Namun sebelum kita membahas tentang dampak dari kemajuan TIK dunia, sebelumnya kita lihat apa saja produk yang dihasilkan di era kemajuan ini, yang kesemuanya itu terlahir dari buah pikiran serta buah tangan dari manusia-manusia yang unggul, manusia yang tidak berhenti belajar, berani mencoba dan mencoba lagi pantang menyerah.
Banyak sekali produk dari era kemajuan di zaman teknologi sekarang ini di antaranya;
1.  Koran atau media cetak berkembang pesat baik yang konvensional hingga media masa online,
2.  Televisi dan radio yang telah mendunia dengan channel yang semakin bertambah dengan signal yang mudah didapatkan,
3.  Sambungan telepon atau jaringan telepon seluler pun sudah memasyarakat, 
4.  Sistem komputerisasi telah diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan,
5.  Banyaknya inovasi maupun kreativitas baru dalam menghasilkan fasilitas maupun produk canggih, baik di bidang komunikasi, elektronik, otomotif, robotic, dan lain sebagainya.
Dari berbagai produk di atas tentu kesemuanya menjanjikan kemudahan, fleksibilitas, efisiensi, fitur atau fasilitas canggih dan yang terpenting adalah kualitas yang semakin meningkat dari masa kemasa. Sehingga pada saat sekarang ini, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah baik dari aspek komunikasi hingga transportasi.
Kemudian beberapa hal yang paling berpengaruh di era globalisasi sekarang selain dari hal-hal yang telah disebutkan di atas yaitu adanya perkembangan internet yang berkembang pesat, internet atau interconnection networking adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung, saat ini fasilitas internet dapat dinikmati bukan hanya di warnet (warung internet) saja, namun layanan ini telah banyak tersedia pada beberapa jenis handphone yang telah menyediakan fitur untuk koneksi internet via mobile, dengan adanya modem mobile internal inilah pengguna handphone dapat langsung “berinternet ria” via mobile internet di hp mereka dengan lebih fleksibel dan efisien. Selain itu beberapa handphone jenis tertentu dapat digunakan sebagai modem eksternal untuk koneksi internet baik dari note book, laptop hingga PC anda tanpa mengganggu lalu lintas panggilan dan pesan yang masuk ke hp kita.
Layanan internet atau lazim kita sebut dunia maya ini memberikan banyak manfaat positif bagi guru maupun siswa, di antaranya :
1.     Mudah untuk menemukan maupun mencari informasi yang ingin kita ketahui dalam waktu yang relatif singkat, misalnya pencarian web, gambar, audio, video atau pun file-file dalam format lainnya dengan hanya menuliskan kata kunci pada mesin pencari (search engine) saja; seperti di google, yahoo ataupun bing.
2.     Sebagai sarana publikasi yang efektif dan mendunia, karena informasi yang telah kita publikasikan di internet akan dapat diakses oleh seluruh pengguna internet di seluruh dunia misalnya;
-     Share tentang pendidikan melalui jejaring sosial facebook, twiter dll,
-     Sarana publikasi sekolah, blog atau situs pribadi guru dll. Publikasi sekolah dapat menggunakan berbagai situs dari hosting berbayar hingga yang gratis seperti wikipedia, blog ataupun website.
-     Iklan online, berita online hingga bisnis online.
3.     Penyampaian laporan-laporan sekolah kepada pihak lain, pengiriman surat atau dokumen dalam berbagai format baik word, excel, pdf, photo, mp3, video maupun file-file dalam format lainnya. Pengiriman file ini dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas surat elektronik atau email seperti : gmail atau pun yahoo mail.
4.     Dapat mendownload atau mengambil (mengunduh) file dari internet sekaligus dapat mengupload (mengunggah) file ke internet.
5.     Chating (bercakap-cakap antar pengguna internet yang sedang online) baik dalam bentuk tulisan, isyarat, kode, gambar bahkan melalui video streaming dengan gambar live dan suara layaknya bertemu langsung antar komunikan.
6.     Pengguna dapat mendengarkan musik, radio, hingga menonton video maupun televisi online melalui koneksi internet.
7.     Dan lain-lain.
Dari berbagai manfaat positif dari penggunaan layanan internet di atas, tentu banyak juga akibat negatif yang ditimbulkan dari pengguna internet yang salah guna, di antaranya :
1.     Dengan mudahnya menyebarluaskan informasi, banyak penipuan berawal dari informasi di internet.
2.     Sebagian siswa kecanduan game online sehingga menyebabkan kuantitas dan kualitas belajarnya berkurang.
3.     Kurangnya peran aktif orang tua dalam memantau anak dalam berhubungan dengan dunia maya atau internet sehingga banyak tulisan, gambar, video maupun tontonan yang tidak senonoh dapat mereka konsumsi dengan bebas dan tak terbatas, hal ini menyebabkan degradasi mental dan merusak pikiran anak secara tajam.
4.     Tindak kriminalitas seperti penculikan anak, human trafficking (penjualan manusia) juga sering terjadi disebabkan adanya informasi dan komunikasi antar pengguna melalui jejaring sosial yang tidak terbatas sekarang ini.
5.     Dan lain-lain.
Setelah kita membaca uraian singkat tentang plus-minus internet di atas, tentu kita sebagai guru merasa miris terhadap pergaulan maupun tingkah laku peserta didik kita khususnya pada sekolah yang berada di lingkungan kota yang secara umum cenderung lebih kompleks pengaruh dari produk globalisasi sekarang ini, namun hal ini pun bukanlah hukum yang mutlak lagi, karena pada akhir-akhir ini pengaruh globalisasi sudah mulai merambah hingga ke daerah pelosok atau daerah yang jauh dari perkotaan seiring dengan penyebaran akses telekomunikasi seluler yang semakin luas hingga ke pelosok daerah, tentu layanan telekomunikasi seluler ini juga menghadirkan layanan akses ke internet di dalamnya.
Selain internet, produk globalisasi yang dampak positif dan negatifnya tidak bisa kita anggap remeh adalah televisi, televisi pun dipastikan hampir setiap rumah memilikinya, dan saat ini televisi bukanlah barang mewah lagi. Sebagai contoh untuk daerah di lingkungan SMPN Satu Atap Sungai Karang pun yang notabene belum tersedia jaringan listrik PLN saat ini pun hampir setiap rumah memiliki televisi yang dapat dioperasikan dengan daya diesel maupun genset.
Banyak program ataupun acara di televisi yang bagus untuk pelajar, seperti pada chanel televisi edukasi yang hampir 100% programnya membahas tentang pendidikan maupun pada program-program di chanel lain yang pada waktu-waktu tertentu menayangkan program (acara) tentang pendidikan. Di samping itu televisi juga banyak menayangkan berbagai macam acara yang tidak sesuai dengan anak, tentu untuk menekan akibat negatif dari tontonan di televisi ini, orang tualah yang bertanggung jawab penuh dalam membimbing, mengawasi dan mengontrol anak ketika menonton televisi di rumah.
Hingga saya pun berkesimpulan bagi anak yang kurang pengarahan, pengawasan atau kontrol, baik dari guru, orang tua bahkan kontrol yang lebih besar yaitu dari masyarakat, sudah barang tentu akibat dari penggunaan fasilitas internet, televisi maupun media masa, majalah, media komunikasi salah guna lainnya yang telah dikonsumsi anak dapat menimbulkan dampak negatif yang kompleks pada anak. Dampak negatif yang kompleks pada anak tersebut akan menyebabkan mental bahkan tanpa mereka sadari sedikit demi sedikit menjelma pada tingkah laku anak, dan jika hal ini terus dibiarkan saya yakin cepat atau lambat mereka akan menjadi  anak yang “ekstrim”.
Mentalitas ekstrim pada anak dalam artian anak memiliki paradigma sendiri tentang sikap dan tingkah laku yang salah tapi mereka anggap benar, pemahaman yang menyimpang tapi mereka anggap benar, dan beberapa bentuk ekstrimisme-ekstrimisme lainnya yang tentu tidak baik bagi hubungan individu, keuarga dan sosial mereka hingga akhirnya egoisme yang berlebih yang mengagungkan kebenaran pribadi menjadi titik puncak akibat adanya mentalitas ekstrim ini, selanjutnya mentalitas ekstrim ini otomatis akan berimplikasi pula pada tingkah laku, pola hidup bahkan kebiasaan hidup anak dalam kehidupan sehari-harinya.
Banyak macam dan peristiwa yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik namun telah dilakukan oleh beberapa oknum pelajar ini di antaranya, :
-        Perkelahian atau bentrok fisik antar pelajar bahkan antar sekolah.
-        Anak tidak sopan terhadap guru bahkan orang tuanya.
-        Pergaulan bebas hingga menyebabkan kehamilan pada pelajar.
-        Materialisme anak yang berlebih, sehingga mereka menuntut pada orang tuanya untuk mewujudkan keinginannya itu tanpa mau mengerti keadaan orang tuanya. Salah satu contohnya anak minta paksa untuk dibelikan motor baru pada orang tua tanpa mempertimbangan keadaan ekonomi orang tua.
-        Tidak ada perhatian terhadap materi yang disampaikan oleh guru saat di dalam kelas.
-        Dan lain sebagainya
Sebagai guru yang telah mendapati salah satu sikap yang ekstrim di atas atau pun sikap ekstrim lain yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik pada anak atau pun pelajar selayaknya guru harus menerapkan metode pembelajaran yang tepat, sebab jika guru salah dalam menerapkan metode pembelajaran, pembimbingan maupun pengarahan pada anak tersebut, maka bukan tidak mungkin perubahan positif yang diharapkan akan sulit direalisasikan. Hal ini terjadi akibat tuntutan zaman yang semakin maju pesat dan kompleks ini, kita pun dituntut untuk menerapkan metode maupun teknik pembelajaran yang terus berkembang pula. Saat ini metode pembelajaran yang “ekstrim” pulalah yang tepat untuk anak didik kita, selain sebagai upaya dalam mengatasi ekstrimisme-ekstrimisme siswa tadi sekaligus sebagai metode dan teknik baru dalam memperkaya  khasanah keilmuan khususnya dalam aspek pembelajaran yang berusaha menjadikan suasana pembelajaran yang edukatif yang positif, efektif (berhasil guna) serta aplikatif.
Metode pembelajaran yang “ekstrim” bukanlah pembelajaran yang berarti pembelajaran yang keras dan berlebihan, apalagi metode pembelajaran yang membahayakan...???. Pembelajaran EKSTRIM adalah pembelajaran yang berusaha memanifestasikan nilai-nilai serta sikap-sikap positif kehidupan kita sehari-hari dalam proses belajar mengajar di sekolah, nilai-nilai serta sikap-sikap positif itu antara lain;  Elaboratif. Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern.
Guru yang dapat menerapkan pembelajaran EKSTRIM secara sempurna akan mendapati perubahan yang signifikan khususnya mengenai motivasi dan kesadaran siswa dalam belajar ikhlas, selanjutnya kesadaran ini akan mengantar siswa dalam meraih masa depan yang cemerlang.
                  
Penjabaran dari metode pembelajaran maupun teknik pembelajaran yang Elaboratif. Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern (EKSTRIM) ini dapat saya uraikan secara singkat, sebagai berikut.
1.     Elaboratif
Elaboratif merupakan metode pembelajaran yang mengedepankan kejelasan materi ataupun pembahasan yang disampaikan secara detail sekaligus rinci. Jadi, dalam penyampaian materi, pemahaman guru harus optimal atau maksimal terhadap setiap materi atau pembahasan yang disampaikan kepada peserta didik (siswa).
Secara teknis metode pembelajaran yang elaboratif dapat dideskripsikan sebagai berikut :
-        Tahap persiapan, sebelum  mengajar lakukan sharing materi atau pembahasan anda pada guru kelas atau guru bidang studi lain, mungkin ada beberapa istilah kata ataupun teori yang berhubungan dengan bidang studi lain yang lebih detail penjelasannya atau mungkin bahkan sudah pernah disampaikan pada siswa atau kelas yang akan anda bimbing. Hal ini dilakukan untuk menghindari perbedaan persepsi siswa terhadap guru-gurunya, jangan sampai antara guru satu dengan guru yang lainnya berbeda pemahaman terhadap sebuah sub pokok bahasan namun penjelasan guru yang satu dengan yang lainnya berbeda.
-        Penyampaian materi disampaikan oleh guru dengan susunan bahasa yang baik dan benar, intonasi yang tepat, mimik muka serta ekspresi anggota badan maupun tubuh yang mencerminkan penjiwaan yang sinkron dengan tema bahasan, hal ini jelas akan memudahkan siswa dalam memahami sebuah bahasan atau materi.
-        Materi disajikan secara terstruktur dan sistematis.
-        Di sela-sela penyampaian materi, siswa diijinkan bertanya tanpa harus menunggu guru selesai menyampaikan materinya. Hal ini dilakukan agar siswa memahami materi pembahasan secara komprehensif (menyeluruh).
2.     Konstruktif
Materi dan pembahasan yang disampaikan harus bersifat membangun dan baik karena target pendidikan identik dengan perbaikan, peningkatan SDM secara universal, bukan hanya kegiatan formil semata namun inti dari seluruh kegiatan pendidikan ini adalah formula kehidupan yang aplikatif dan efektif dalam mencapai taraf kehidupan yang lebih berkualitas pada siswa nantinya. seandainya pun menggunakan alat peraga dalam penyampaian materi atau pembahasan jangan sampai melakukan tindakan destruktif atau merusak di hadapan siswa.
3.     Santun
Nasehat yang terbaik adalah keteladanan, sikap guru yang santun serta ramah baik di dalam dan di luar sekolah adalah teladan yang baik bagi siswa dan masyarakat, namun sikap santun kepada siswa di sekolah atau di kelas bukanlah seperti anak yang menghormati orang tuanya, namun seperti orang tua yang mau menghargai anak-anaknya, sehingga terciptalah suasana yang bersahabat dan damai.
Terlebih lagi santun serta menghargai setiap siswa dalam proses belajar mengajar adalah kunci seorang guru dalam menciptakan suasana kekeluargaan yang otomatis terciptalah ikatan batin yang positif antara siswa dengan gurunya seperti dekatnya hubungan perasaan antara anak dengan orang tuanya, hal ini akan menimbulkan antusiasme dalam belajar yang ikhlas karena metode pembelajaran yang santun ini sasarannya adalah membuka hati dan perasaan siswa untuk menerima hal-hal baru secara sadar dan ikhlas, untuk selanjutnya ketenangan hati itulah yang akan merefresh otak mereka dalam menerima transfer of knowledge saat itu.
4.     Tegas
Ketegasan bukanlah kekerasan dan kekerasan bukanlah ketegasan, ketegasan adalah sikap yang pasti dalam memutuskan, pilihan jawabannya adalah ya atau tidak, tidak ada jawaban yang meragukan bagi siswa.
5.     Inspiratif
Di sela-sela proses pembelajaran, alokasikan waktu sekitar 5 menit untuk menyampaikan beberapa kata-kata yang membangkitkan semangat, kata-kata mutiara yang berintikan motivasi, contoh kalimat yang bisa membangkitkan semangat belajar siswa, seperti; Untuk menjadi pintar memang sulit, tapi lebih sulit lagi kalau tidak pintar. Jati diri bukan dicari, tapi diciptakan, Di mana ada kemauan, di situ ada jalan, Bakat belum tentu mempunyai minat, namun minat dapat menciptakan bakat dan lain sebagainya.
Selain itu kita dapat juga menceritakan biografi singkat tentang kisah-kisah orang yang telah sukses, bisa juga tentang hal-hal lain yang sekiranya dapat menyalakan api semangat dalam mewujudkan setiap cita-cita mereka, beri keyakinan yang mendalam akan pentingnya belajar dan berusaha, karena belajar adalah bagian dari usaha itu sendiri.
Pelajar berprestasi atau bahkan kisah-kisah orang sukses saat ini, namun yang menjadi highligh dari kisah sukses yang inspiratif diceritakan saat umur sebaya dengan siswa, hal ini akan menimbulkan semangat baru, menjadi motivasi bahkan kreatifitas, inovasi lahir dari sebuah inspirasi (hikmah)
Usahakan setiap tatap muka selalu sediakan waktu khusus untuk menginspirasi siswa, terlebih jika kita sebagai guru mereka bisa menjadi sosok yang inspiratif bagi mereka.
6.     Modern
Gunakan pendekatan yang sesuai dengan jaman mereka untuk mengarahkan siswa, karena mereka lahir di jamannya, bukan lahir di jaman kita. Oleh karena itu, jelas bahwa secara pendidikan alamiah saja, pendidikan alam yang dia alami sangat berbeda jauh dengan apa yang kita alami, sehingga mindset mereka secara alamiah sedemikian rupa dan pastinya jauh berbeda dengan mindset mereka.
Demikian sebagian resume dari metode ataupun teknik pembelajaran terbaru yang sedang saya susun, semoga pada akhir tahun 2012 mendatang konsep ini sudah dapat saya realisasikan dalam bentuk buku. Mohon do’a dari rekan-rekan guru semua, dan terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah mendukung penulisan tentang metode pembelajaran ESKTRIM ini.

METODE PEMBELAJARAN "EKSTRIM"

(Elaboratif, Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern)
Sebagai seorang guru dipastikan kita sering menjumpai berbagai fenomena nyata khususnya pada keadaan peserta didik kita baik dalam hal kerajinan, kedisiplinan, etika, dan minat belajar mereka. Dari berbagai fenomena yang kompleks tersebut, seorang guru pun dituntut memiliki metode pembelajaran yang kompleks pula, kompleks dalam arti memiliki banyak cara, banyak inisiatif, banyak alternatif yang bersifat kreatif dan inovatif, selain itu seorang guru harus banyak bersabar pada muridnya untuk mengulang materi, menjelaskan ulang, membimbing mereka, sehingga mereka nantinya selain menjadi menjadi manusia yang berkualitas mereka juga mempunyai karakter yang baik, matang serta stabil.
Terlebih lagi pada era globalisasi seperti sekarang ini guru harus banyak belajar untuk selalu mengembangkan kemampuannya dalam upaya meningkatkan kualitas maupun efektifitas pembelajaran, peningkatan SDM guru ini perlu terus-menerus dilakukan akibat dampak dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang cepat ini.
Teknik mengajar yang baik dan benar bagi seorang guru merupakan hal yang sangat vital dalam menentukan efektif tidaknya sebuah pembelajaran. Alhasil seorang guru harus selalu berevolusi, dinamis dan terbuka dalam menerima hal yang baru, bukan hanya aktif dalam mengembangkan kemampuannya, namun juga proaktif dalam menyikapi setiap fenomena yang cenderung fluktuatif dan dinamis khususnya dalam dunia pendidikan sekarang ini, usaha untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas guru tersebut dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan, diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan maupun program-program yang berkaitan dengan pengembangan diri secara umum hingga pengembangan terkhusus yang berkaitan dengan peningkatan profesionalitas kinerja guru, misalnya dengan mengikuti seminar-seminar pendidikan, KKG, MGMP, browsing di internet dan sebagainya.
Kita semua sependapat bahwa di era kemajuan teknologi yang telah mendunia ini memiliki dampak dan konsekuensi yang sangat besar dan kompleks, bagai pisau bermata dua, sisi lain memberikan dampak positif yang luar biasa namun di sisi lainnya memberikan dampak negatif yang luar biasa pula. Namun sebelum kita membahas tentang dampak dari kemajuan TIK dunia, sebelumnya kita lihat apa saja produk yang dihasilkan di era kemajuan ini, yang kesemuanya itu terlahir dari buah pikiran serta buah tangan dari manusia-manusia yang unggul, manusia yang tidak berhenti belajar, berani mencoba dan mencoba lagi pantang menyerah.
Banyak sekali produk dari era kemajuan di zaman teknologi sekarang ini di antaranya;
1.  Koran atau media cetak berkembang pesat baik yang konvensional hingga media masa online,
2.  Televisi dan radio yang telah mendunia dengan channel yang semakin bertambah dengan signal yang mudah didapatkan,
3.  Sambungan telepon atau jaringan telepon seluler pun sudah memasyarakat, 
4.  Sistem komputerisasi telah diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan,
5.  Banyaknya inovasi maupun kreativitas baru dalam menghasilkan fasilitas maupun produk canggih, baik di bidang komunikasi, elektronik, otomotif, robotic, dan lain sebagainya.
Dari berbagai produk di atas tentu kesemuanya menjanjikan kemudahan, fleksibilitas, efisiensi, fitur atau fasilitas canggih dan yang terpenting adalah kualitas yang semakin meningkat dari masa kemasa. Sehingga pada saat sekarang ini, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah baik dari aspek komunikasi hingga transportasi.
Kemudian beberapa hal yang paling berpengaruh di era globalisasi sekarang selain dari hal-hal yang telah disebutkan di atas yaitu adanya perkembangan internet yang berkembang pesat, internet atau interconnection networking adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung, saat ini fasilitas internet dapat dinikmati bukan hanya di warnet (warung internet) saja, namun layanan ini telah banyak tersedia pada beberapa jenis handphone yang telah menyediakan fitur untuk koneksi internet via mobile, dengan adanya modem mobile internal inilah pengguna handphone dapat langsung “berinternet ria” via mobile internet di hp mereka dengan lebih fleksibel dan efisien. Selain itu beberapa handphone jenis tertentu dapat digunakan sebagai modem eksternal untuk koneksi internet baik dari note book, laptop hingga PC anda tanpa mengganggu lalu lintas panggilan dan pesan yang masuk ke hp kita.
Layanan internet atau lazim kita sebut dunia maya ini memberikan banyak manfaat positif bagi guru maupun siswa, di antaranya :
1.     Mudah untuk menemukan maupun mencari informasi yang ingin kita ketahui dalam waktu yang relatif singkat, misalnya pencarian web, gambar, audio, video atau pun file-file dalam format lainnya dengan hanya menuliskan kata kunci pada mesin pencari (search engine) saja; seperti di google, yahoo ataupun bing.
2.     Sebagai sarana publikasi yang efektif dan mendunia, karena informasi yang telah kita publikasikan di internet akan dapat diakses oleh seluruh pengguna internet di seluruh dunia misalnya;
-     Share tentang pendidikan melalui jejaring sosial facebook, twiter dll,
-     Sarana publikasi sekolah, blog atau situs pribadi guru dll. Publikasi sekolah dapat menggunakan berbagai situs dari hosting berbayar hingga yang gratis seperti wikipedia, blog ataupun website.
-     Iklan online, berita online hingga bisnis online.
3.     Penyampaian laporan-laporan sekolah kepada pihak lain, pengiriman surat atau dokumen dalam berbagai format baik word, excel, pdf, photo, mp3, video maupun file-file dalam format lainnya. Pengiriman file ini dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas surat elektronik atau email seperti : gmail atau pun yahoo mail.
4.     Dapat mendownload atau mengambil (mengunduh) file dari internet sekaligus dapat mengupload (mengunggah) file ke internet.
5.     Chating (bercakap-cakap antar pengguna internet yang sedang online) baik dalam bentuk tulisan, isyarat, kode, gambar bahkan melalui video streaming dengan gambar live dan suara layaknya bertemu langsung antar komunikan.
6.     Pengguna dapat mendengarkan musik, radio, hingga menonton video maupun televisi online melalui koneksi internet.
7.     Dan lain-lain.
Dari berbagai manfaat positif dari penggunaan layanan internet di atas, tentu banyak juga akibat negatif yang ditimbulkan dari pengguna internet yang salah guna, di antaranya :
1.     Dengan mudahnya menyebarluaskan informasi, banyak penipuan berawal dari informasi di internet.
2.     Sebagian siswa kecanduan game online sehingga menyebabkan kuantitas dan kualitas belajarnya berkurang.
3.     Kurangnya peran aktif orang tua dalam memantau anak dalam berhubungan dengan dunia maya atau internet sehingga banyak tulisan, gambar, video maupun tontonan yang tidak senonoh dapat mereka konsumsi dengan bebas dan tak terbatas, hal ini menyebabkan degradasi mental dan merusak pikiran anak secara tajam.
4.     Tindak kriminalitas seperti penculikan anak, human trafficking (penjualan manusia) juga sering terjadi disebabkan adanya informasi dan komunikasi antar pengguna melalui jejaring sosial yang tidak terbatas sekarang ini.
5.     Dan lain-lain.
Setelah kita membaca uraian singkat tentang plus-minus internet di atas, tentu kita sebagai guru merasa miris terhadap pergaulan maupun tingkah laku peserta didik kita khususnya pada sekolah yang berada di lingkungan kota yang secara umum cenderung lebih kompleks pengaruh dari produk globalisasi sekarang ini, namun hal ini pun bukanlah hukum yang mutlak lagi, karena pada akhir-akhir ini pengaruh globalisasi sudah mulai merambah hingga ke daerah pelosok atau daerah yang jauh dari perkotaan seiring dengan penyebaran akses telekomunikasi seluler yang semakin luas hingga ke pelosok daerah, tentu layanan telekomunikasi seluler ini juga menghadirkan layanan akses ke internet di dalamnya.
Selain internet, produk globalisasi yang dampak positif dan negatifnya tidak bisa kita anggap remeh adalah televisi, televisi pun dipastikan hampir setiap rumah memilikinya, dan saat ini televisi bukanlah barang mewah lagi. Sebagai contoh untuk daerah di lingkungan SMPN Satu Atap Sungai Karang pun yang notabene belum tersedia jaringan listrik PLN saat ini pun hampir setiap rumah memiliki televisi yang dapat dioperasikan dengan daya diesel maupun genset.
Banyak program ataupun acara di televisi yang bagus untuk pelajar, seperti pada chanel televisi edukasi yang hampir 100% programnya membahas tentang pendidikan maupun pada program-program di chanel lain yang pada waktu-waktu tertentu menayangkan program (acara) tentang pendidikan. Di samping itu televisi juga banyak menayangkan berbagai macam acara yang tidak sesuai dengan anak, tentu untuk menekan akibat negatif dari tontonan di televisi ini, orang tualah yang bertanggung jawab penuh dalam membimbing, mengawasi dan mengontrol anak ketika menonton televisi di rumah.
Hingga saya pun berkesimpulan bagi anak yang kurang pengarahan, pengawasan atau kontrol, baik dari guru, orang tua bahkan kontrol yang lebih besar yaitu dari masyarakat, sudah barang tentu akibat dari penggunaan fasilitas internet, televisi maupun media masa, majalah, media komunikasi salah guna lainnya yang telah dikonsumsi anak dapat menimbulkan dampak negatif yang kompleks pada anak. Dampak negatif yang kompleks pada anak tersebut akan menyebabkan mental bahkan tanpa mereka sadari sedikit demi sedikit menjelma pada tingkah laku anak, dan jika hal ini terus dibiarkan saya yakin cepat atau lambat mereka akan menjadi  anak yang “ekstrim”.
Mentalitas ekstrim pada anak dalam artian anak memiliki paradigma sendiri tentang sikap dan tingkah laku yang salah tapi mereka anggap benar, pemahaman yang menyimpang tapi mereka anggap benar, dan beberapa bentuk ekstrimisme-ekstrimisme lainnya yang tentu tidak baik bagi hubungan individu, keuarga dan sosial mereka hingga akhirnya egoisme yang berlebih yang mengagungkan kebenaran pribadi menjadi titik puncak akibat adanya mentalitas ekstrim ini, selanjutnya mentalitas ekstrim ini otomatis akan berimplikasi pula pada tingkah laku, pola hidup bahkan kebiasaan hidup anak dalam kehidupan sehari-harinya.
Banyak macam dan peristiwa yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik namun telah dilakukan oleh beberapa oknum pelajar ini di antaranya, :
-        Perkelahian atau bentrok fisik antar pelajar bahkan antar sekolah.
-        Anak tidak sopan terhadap guru bahkan orang tuanya.
-        Pergaulan bebas hingga menyebabkan kehamilan pada pelajar.
-        Materialisme anak yang berlebih, sehingga mereka menuntut pada orang tuanya untuk mewujudkan keinginannya itu tanpa mau mengerti keadaan orang tuanya. Salah satu contohnya anak minta paksa untuk dibelikan motor baru pada orang tua tanpa mempertimbangan keadaan ekonomi orang tua.
-        Tidak ada perhatian terhadap materi yang disampaikan oleh guru saat di dalam kelas.
-        Dan lain sebagainya
Sebagai guru yang telah mendapati salah satu sikap yang ekstrim di atas atau pun sikap ekstrim lain yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik pada anak atau pun pelajar selayaknya guru harus menerapkan metode pembelajaran yang tepat, sebab jika guru salah dalam menerapkan metode pembelajaran, pembimbingan maupun pengarahan pada anak tersebut, maka bukan tidak mungkin perubahan positif yang diharapkan akan sulit direalisasikan. Hal ini terjadi akibat tuntutan zaman yang semakin maju pesat dan kompleks ini, kita pun dituntut untuk menerapkan metode maupun teknik pembelajaran yang terus berkembang pula. Saat ini metode pembelajaran yang “ekstrim” pulalah yang tepat untuk anak didik kita, selain sebagai upaya dalam mengatasi ekstrimisme-ekstrimisme siswa tadi sekaligus sebagai metode dan teknik baru dalam memperkaya  khasanah keilmuan khususnya dalam aspek pembelajaran yang berusaha menjadikan suasana pembelajaran yang edukatif yang positif, efektif (berhasil guna) serta aplikatif.
Metode pembelajaran yang “ekstrim” bukanlah pembelajaran yang berarti pembelajaran yang keras dan berlebihan, apalagi metode pembelajaran yang membahayakan...???. Pembelajaran EKSTRIM adalah pembelajaran yang berusaha memanifestasikan nilai-nilai serta sikap-sikap positif kehidupan kita sehari-hari dalam proses belajar mengajar di sekolah, nilai-nilai serta sikap-sikap positif itu antara lain;  Elaboratif. Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern.
Guru yang dapat menerapkan pembelajaran EKSTRIM secara sempurna akan mendapati perubahan yang signifikan khususnya mengenai motivasi dan kesadaran siswa dalam belajar ikhlas, selanjutnya kesadaran ini akan mengantar siswa dalam meraih masa depan yang cemerlang.
                  
Penjabaran dari metode pembelajaran maupun teknik pembelajaran yang Elaboratif. Konstruktif, Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern (EKSTRIM) ini dapat saya uraikan secara singkat, sebagai berikut.
1.     Elaboratif
Elaboratif merupakan metode pembelajaran yang mengedepankan kejelasan materi ataupun pembahasan yang disampaikan secara detail sekaligus rinci. Jadi, dalam penyampaian materi, pemahaman guru harus optimal atau maksimal terhadap setiap materi atau pembahasan yang disampaikan kepada peserta didik (siswa).
Secara teknis metode pembelajaran yang elaboratif dapat dideskripsikan sebagai berikut :
-        Tahap persiapan, sebelum  mengajar lakukan sharing materi atau pembahasan anda pada guru kelas atau guru bidang studi lain, mungkin ada beberapa istilah kata ataupun teori yang berhubungan dengan bidang studi lain yang lebih detail penjelasannya atau mungkin bahkan sudah pernah disampaikan pada siswa atau kelas yang akan anda bimbing. Hal ini dilakukan untuk menghindari perbedaan persepsi siswa terhadap guru-gurunya, jangan sampai antara guru satu dengan guru yang lainnya berbeda pemahaman terhadap sebuah sub pokok bahasan namun penjelasan guru yang satu dengan yang lainnya berbeda.
-        Penyampaian materi disampaikan oleh guru dengan susunan bahasa yang baik dan benar, intonasi yang tepat, mimik muka serta ekspresi anggota badan maupun tubuh yang mencerminkan penjiwaan yang sinkron dengan tema bahasan, hal ini jelas akan memudahkan siswa dalam memahami sebuah bahasan atau materi.
-        Materi disajikan secara terstruktur dan sistematis.
-        Di sela-sela penyampaian materi, siswa diijinkan bertanya tanpa harus menunggu guru selesai menyampaikan materinya. Hal ini dilakukan agar siswa memahami materi pembahasan secara komprehensif (menyeluruh).
2.     Konstruktif
Materi dan pembahasan yang disampaikan harus bersifat membangun dan baik karena target pendidikan identik dengan perbaikan, peningkatan SDM secara universal, bukan hanya kegiatan formil semata namun inti dari seluruh kegiatan pendidikan ini adalah formula kehidupan yang aplikatif dan efektif dalam mencapai taraf kehidupan yang lebih berkualitas pada siswa nantinya. seandainya pun menggunakan alat peraga dalam penyampaian materi atau pembahasan jangan sampai melakukan tindakan destruktif atau merusak di hadapan siswa.
3.     Santun
Nasehat yang terbaik adalah keteladanan, sikap guru yang santun serta ramah baik di dalam dan di luar sekolah adalah teladan yang baik bagi siswa dan masyarakat, namun sikap santun kepada siswa di sekolah atau di kelas bukanlah seperti anak yang menghormati orang tuanya, namun seperti orang tua yang mau menghargai anak-anaknya, sehingga terciptalah suasana yang bersahabat dan damai.
Terlebih lagi santun serta menghargai setiap siswa dalam proses belajar mengajar adalah kunci seorang guru dalam menciptakan suasana kekeluargaan yang otomatis terciptalah ikatan batin yang positif antara siswa dengan gurunya seperti dekatnya hubungan perasaan antara anak dengan orang tuanya, hal ini akan menimbulkan antusiasme dalam belajar yang ikhlas karena metode pembelajaran yang santun ini sasarannya adalah membuka hati dan perasaan siswa untuk menerima hal-hal baru secara sadar dan ikhlas, untuk selanjutnya ketenangan hati itulah yang akan merefresh otak mereka dalam menerima transfer of knowledge saat itu.
4.     Tegas
Ketegasan bukanlah kekerasan dan kekerasan bukanlah ketegasan, ketegasan adalah sikap yang pasti dalam memutuskan, pilihan jawabannya adalah ya atau tidak, tidak ada jawaban yang meragukan bagi siswa.
5.     Inspiratif
Di sela-sela proses pembelajaran, alokasikan waktu sekitar 5 menit untuk menyampaikan beberapa kata-kata yang membangkitkan semangat, kata-kata mutiara yang berintikan motivasi, contoh kalimat yang bisa membangkitkan semangat belajar siswa, seperti; Untuk menjadi pintar memang sulit, tapi lebih sulit lagi kalau tidak pintar. Jati diri bukan dicari, tapi diciptakan, Di mana ada kemauan, di situ ada jalan, Bakat belum tentu mempunyai minat, namun minat dapat menciptakan bakat dan lain sebagainya.
Selain itu kita dapat juga menceritakan biografi singkat tentang kisah-kisah orang yang telah sukses, bisa juga tentang hal-hal lain yang sekiranya dapat menyalakan api semangat dalam mewujudkan setiap cita-cita mereka, beri keyakinan yang mendalam akan pentingnya belajar dan berusaha, karena belajar adalah bagian dari usaha itu sendiri.
Pelajar berprestasi atau bahkan kisah-kisah orang sukses saat ini, namun yang menjadi highligh dari kisah sukses yang inspiratif diceritakan saat umur sebaya dengan siswa, hal ini akan menimbulkan semangat baru, menjadi motivasi bahkan kreatifitas, inovasi lahir dari sebuah inspirasi (hikmah)
Usahakan setiap tatap muka selalu sediakan waktu khusus untuk menginspirasi siswa, terlebih jika kita sebagai guru mereka bisa menjadi sosok yang inspiratif bagi mereka.
6.     Modern
Gunakan pendekatan yang sesuai dengan jaman mereka untuk mengarahkan siswa, karena mereka lahir di jamannya, bukan lahir di jaman kita. Oleh karena itu, jelas bahwa secara pendidikan alamiah saja, pendidikan alam yang dia alami sangat berbeda jauh dengan apa yang kita alami, sehingga mindset mereka secara alamiah sedemikian rupa dan pastinya jauh berbeda dengan mindset mereka.
Demikian sebagian resume dari metode ataupun teknik pembelajaran terbaru yang sedang saya susun, semoga pada akhir tahun 2012 mendatang konsep ini sudah dapat saya realisasikan dalam bentuk buku. Mohon do’a dari rekan-rekan guru semua, dan terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah mendukung penulisan tentang metode pembelajaran ESKTRIM ini.
Model Pembelajaran Terbaru 1. KARTU ARISAN Media : Buat kartu (10x10 cm) sejumlah siswa untuk menulis jawaban dan kartu/kertas ukuran 5x5 cm untuk menulis soal Gelas Langkah – langkah : 1. Bentuk kelompok 4 orang secara heterogen 2. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing – masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan dalam gelas 3. Gelas yang sudah berisi soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh, dibacakan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban 4. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilahkan tepuk tangan 5. Setiap jawaban yang benar siswa diberi point 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan point dari para anggotanya 6. Dan seterusnya 2. EXAMPLE NON EXAMPLES Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD/K Langkah - langkah : 1. Guru mempersiapkan gambar- gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar. 4. Memalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membaca hasil diskusinya. 6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Kesimpulan 3. PICTURE AND PICTURE Langkah - langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan materi 4. Guru menunjuk/memanggil siswa secar bergantian 5. Memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 6. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gamabar tersebut 7. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 8. Kesimpulan 4. COOPERATIVE SCRIPT Skrip kooperatif, metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengihtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah – langkah : 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertma berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : a. Menyimak/mengkoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap b. Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran,semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas 6. Kesimpulan 5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (Modifikasi Numbered Head Together) Langkah – langkah : 1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai 3. Misalnya : Siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. 4. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokan hasil kerjasama mereka. 5. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. 6. Kesimpulan 6. ARTIKULASI Langkah – langkah : 1. Menympikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang. 4. Suruhlah seseorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lain. 5. Suruh siswa secara bergantian/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. 6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekirannya belum dipahami siswa. 7. Kesimpulan 7. MIND MAPPING Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaliknya permasalhan yang mempunyai alternatif jawaban 3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. Tiap kelompok menginventaris/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. 6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai kensep yang diberikan guru. 8. MAKE A MATCH (Mencari pasangan) Langkah – langkah : 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal kartu yang dipegang 4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya 5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point 6. Setelah satu babak kartu dikocoklagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Demikian seterusnya 8. Kesimpulan 9. DEBATE Langkah – langkah : 1. Guru membagi dua kelompok peserta debat yang satu pro dan satu lainya kontra 2. Guru memberikan tugas untuk membacakan materiyang kan didebatkan oleh kelompok diatas 3. Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan jawabannya 4. Sementara siswa menyampaikan gagasanya guru menulis ide-ide dari setiap pembicaraan dipapan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Dari data-data dipapan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan /rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. 10. ROLE PLAYING Langkah – langkah : 1. Guru menyusun sekenario yang ditampilkan 2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari sekenario dua hari sebelum KBM 3. Guru menunjuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang 4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran 5. Memanggil siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan sekenario yang sudah dipersiapkan 6. Masing – masing siswa duduk dikelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati sekenario yang sedang diperagakan 7. Setelah selesai dipentaskan, masing – masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk dibahas 8. Masing – masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya 9. Guru memberikan kesimpulan secara umum 10. Evaluasi 11. Penutup 11. TALKING STIK Langkah – langkah : 1. Guru menyiapkan sebuah tongkat 2. Guru menyiapkan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangganya/paketnya 3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya 4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru 5. Guru memberikan kesimpulan 6. Evaluasi 7. Penutup 12. BERTUKAR PASANGAN Langkah – langkah : 1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangan atau siswa menunjukkannya) 2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya 3. Setelah selesai pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain 4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing – masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengkukuhkan jawaban mereka 5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula 13. SNOWBALL THROWLING Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan 2. Guru membentuk kelompok – kelompok dan memanggil masing – masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi 3. Masing – masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing – masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya 4. Kemudian masing – masing siswa diberi satu lembar kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok 5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama lebih kurang 5 menit 6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas yang berbentuk bola tersebut secara bergantian 7. Guru memberikan kesimpulan 8. Evaluasi 9. Penutup 14. STUDENT FACILITATOR AND EXPALINING Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi 3. Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya 4. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa 5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu 6. Penutup 15. COURSE REVIEW HORAY Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi sesuai TPK 3. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab 4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing – masing siswa 5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban didalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (v) dan kalu salah diisi tanda (x) 6. Siswa yang sudah mendapat tanda (v) vertical atau horizontal, atau diagonal harus segera berteriak horay....atau yel – yel lainnya. 7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan horay yang diperoleh 8. Penutup 16. EXPLICIT INSTRUCTION (Pengajaran Langsung) Pembelajaran secara langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah Langkah – langkah : 1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan 3. Membimbing pelatihan 4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5. Membrikan latihan untuk latihan lanjutan 17. COOPERATIF INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CICRC) (Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis) Langkah – langkah : 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen 2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajran 3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas 4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok 5. Guru membuat kesimpulan bersama 6. Penutup 18. INSIDE OUTSIDE CIRCLE (Lingkaran Kecil Lingkaran Besar) Langkah – langlah : 1. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar 2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap kedalam 3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Petukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan 4. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam ditemapat, sementara siswa yang berada dilingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. Sehingga masing – masing siswa mendapat pasangan baru 5. Sekarang giliran siswa di lingkaran besar yang membagikan informasi. Demikian seterusnya 19. TEBAK KATA Media : Buat kartu ukuran 10x10 cm dan isilah ciri – ciri atau kata-kata lainya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak Buat kartu ukuran 5x2 cm untuk menuliskan kata/istilah yang mau ditebak(kartu ini dilipat dan ditempelkan pada dahi/diselipkan ditelinga) Langkah – langkah : 1. Jelaskan materi lebih kurang 45 menit 2. Suruhlah siswa berdiri didepan kelas dan berpasangan 3. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10x10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa lainya diberi kartu 5x2 yang isinya tidak boleh dibaca(dilipat) kemudian ditempelkan didahi atau diselipkan ditelinga 4. Sementara siswa yang membawa kartu ukuran 10x10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalmnya sementara pasanganya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10x10cm. Jawaban yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel didahi 5. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis dikartu) maka padangan itu boleh duduk. Apabila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarah dengan kata – kata lain asal jangan langsung memberi jawaban 6. Dan seterusnya 7. Contoh kartu : 8. Perusahaan ini tanggung jawabnya tidak terbatas 9. Dimiliki oleh satu orang 10. Struktur organisasinya tidak resmi 11. Bila untung dimiliki/diambil sendiri Contoh : Nah, siapakah aku ? Jawaban : PERUSAHAAN PERSEORANGAN 20. WORD SQURE Media : Membuat kotak sesuai keperluan Buat soal sesuai dengan materi Langkah – langkah : 1. Sampaikan materi sesuai kompetensi 2. Bagikan lembar jawaban sesuai contoh 3. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban 4. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak Contoh : 1. Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara................... 2. .................digunakan sebagai alat pembayaran yang sah 3. Uang ...........saat ini banyak dipalsukan 4. Nilai bahan pembuatan uang disebut...................... 5. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang/jasa disebut nilai.......................... 6. Nilai perbandingan uang dalam negeri dengan uang asing disebut..................... 7. Nilai yang tertulis pada uang disebut nilai......................... 8. Dorongan seseorang untuk menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif.......... 9. Perintah seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut.................... 21. SCRAMBLE Media : Membuat pertanyaan yang sesuai dengan materi Buat jawaban yang diacak hurufnya Langkah – langkah : 1. Guru menyajikan materi sesuai TPK 2. Membagikan lembar kerja sesuai contoh 22. TAKE AND GIVE Media : Kartu ukuran 10x15 cm sejumlah peserta, tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda dengan kartu lainnya, materi sesuai TPK) Kartu kontrol sejumlah siswa, contoh : Nama siswa sub materi, Nama yang diberi, dst Langkah – langkah : 1. Siapkan kelas sebagaimana mestinya 2. Jelaskan materi sesuai TPK 3. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari(dihapal) lebih kurang 15 menit 4. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing – masing. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu kontrol 5. Demikian seterusnya sampai tiap peserta mampu memberi dan menerima materi masing – masing 6. Untuk mengevaluasi keberhasilan, berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain) 7. Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan 8. Kesimpulan 23. CONCEPT SENTENCE Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan tujuan 2. Guru menyajikan materi secukupnya 3. Guru membentuk kelompok yag anggotanya 4 orang secara heterogen 4. Menyajikan kata ”KUNCI” sesuai materi TPK yang disajikan 5. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat 6. Hasil diskusi kelompok, disiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru
Model Pembelajaran Terbaru 1. KARTU ARISAN Media : Buat kartu (10x10 cm) sejumlah siswa untuk menulis jawaban dan kartu/kertas ukuran 5x5 cm untuk menulis soal Gelas Langkah – langkah : 1. Bentuk kelompok 4 orang secara heterogen 2. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing – masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan dalam gelas 3. Gelas yang sudah berisi soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh, dibacakan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban 4. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilahkan tepuk tangan 5. Setiap jawaban yang benar siswa diberi point 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan point dari para anggotanya 6. Dan seterusnya 2. EXAMPLE NON EXAMPLES Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD/K Langkah - langkah : 1. Guru mempersiapkan gambar- gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar. 4. Memalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Tiap kelompok diberi kesempatan membaca hasil diskusinya. 6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Kesimpulan 3. PICTURE AND PICTURE Langkah - langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan materi 4. Guru menunjuk/memanggil siswa secar bergantian 5. Memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 6. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gamabar tersebut 7. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 8. Kesimpulan 4. COOPERATIVE SCRIPT Skrip kooperatif, metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengihtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah – langkah : 1. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertma berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : a. Menyimak/mengkoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap b. Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 5. Bertukar peran,semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas 6. Kesimpulan 5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (Modifikasi Numbered Head Together) Langkah – langkah : 1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai 3. Misalnya : Siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. 4. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokan hasil kerjasama mereka. 5. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. 6. Kesimpulan 6. ARTIKULASI Langkah – langkah : 1. Menympikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang. 4. Suruhlah seseorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lain. 5. Suruh siswa secara bergantian/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. 6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekirannya belum dipahami siswa. 7. Kesimpulan 7. MIND MAPPING Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaliknya permasalhan yang mempunyai alternatif jawaban 3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. Tiap kelompok menginventaris/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. 6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai kensep yang diberikan guru. 8. MAKE A MATCH (Mencari pasangan) Langkah – langkah : 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal kartu yang dipegang 4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya 5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point 6. Setelah satu babak kartu dikocoklagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Demikian seterusnya 8. Kesimpulan 9. DEBATE Langkah – langkah : 1. Guru membagi dua kelompok peserta debat yang satu pro dan satu lainya kontra 2. Guru memberikan tugas untuk membacakan materiyang kan didebatkan oleh kelompok diatas 3. Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan jawabannya 4. Sementara siswa menyampaikan gagasanya guru menulis ide-ide dari setiap pembicaraan dipapan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Dari data-data dipapan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan /rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. 10. ROLE PLAYING Langkah – langkah : 1. Guru menyusun sekenario yang ditampilkan 2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari sekenario dua hari sebelum KBM 3. Guru menunjuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang 4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran 5. Memanggil siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan sekenario yang sudah dipersiapkan 6. Masing – masing siswa duduk dikelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati sekenario yang sedang diperagakan 7. Setelah selesai dipentaskan, masing – masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk dibahas 8. Masing – masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya 9. Guru memberikan kesimpulan secara umum 10. Evaluasi 11. Penutup 11. TALKING STIK Langkah – langkah : 1. Guru menyiapkan sebuah tongkat 2. Guru menyiapkan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangganya/paketnya 3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya 4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru 5. Guru memberikan kesimpulan 6. Evaluasi 7. Penutup 12. BERTUKAR PASANGAN Langkah – langkah : 1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangan atau siswa menunjukkannya) 2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya 3. Setelah selesai pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain 4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing – masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengkukuhkan jawaban mereka 5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula 13. SNOWBALL THROWLING Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan 2. Guru membentuk kelompok – kelompok dan memanggil masing – masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi 3. Masing – masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing – masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya 4. Kemudian masing – masing siswa diberi satu lembar kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok 5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama lebih kurang 5 menit 6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas yang berbentuk bola tersebut secara bergantian 7. Guru memberikan kesimpulan 8. Evaluasi 9. Penutup 14. STUDENT FACILITATOR AND EXPALINING Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi 3. Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya 4. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa 5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu 6. Penutup 15. COURSE REVIEW HORAY Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi sesuai TPK 3. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab 4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing – masing siswa 5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban didalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (v) dan kalu salah diisi tanda (x) 6. Siswa yang sudah mendapat tanda (v) vertical atau horizontal, atau diagonal harus segera berteriak horay....atau yel – yel lainnya. 7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan horay yang diperoleh 8. Penutup 16. EXPLICIT INSTRUCTION (Pengajaran Langsung) Pembelajaran secara langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah Langkah – langkah : 1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan 3. Membimbing pelatihan 4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5. Membrikan latihan untuk latihan lanjutan 17. COOPERATIF INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CICRC) (Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis) Langkah – langkah : 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen 2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajran 3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas 4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok 5. Guru membuat kesimpulan bersama 6. Penutup 18. INSIDE OUTSIDE CIRCLE (Lingkaran Kecil Lingkaran Besar) Langkah – langlah : 1. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar 2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap kedalam 3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Petukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan 4. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam ditemapat, sementara siswa yang berada dilingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. Sehingga masing – masing siswa mendapat pasangan baru 5. Sekarang giliran siswa di lingkaran besar yang membagikan informasi. Demikian seterusnya 19. TEBAK KATA Media : Buat kartu ukuran 10x10 cm dan isilah ciri – ciri atau kata-kata lainya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak Buat kartu ukuran 5x2 cm untuk menuliskan kata/istilah yang mau ditebak(kartu ini dilipat dan ditempelkan pada dahi/diselipkan ditelinga) Langkah – langkah : 1. Jelaskan materi lebih kurang 45 menit 2. Suruhlah siswa berdiri didepan kelas dan berpasangan 3. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10x10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa lainya diberi kartu 5x2 yang isinya tidak boleh dibaca(dilipat) kemudian ditempelkan didahi atau diselipkan ditelinga 4. Sementara siswa yang membawa kartu ukuran 10x10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalmnya sementara pasanganya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10x10cm. Jawaban yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel didahi 5. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis dikartu) maka padangan itu boleh duduk. Apabila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarah dengan kata – kata lain asal jangan langsung memberi jawaban 6. Dan seterusnya 7. Contoh kartu : 8. Perusahaan ini tanggung jawabnya tidak terbatas 9. Dimiliki oleh satu orang 10. Struktur organisasinya tidak resmi 11. Bila untung dimiliki/diambil sendiri Contoh : Nah, siapakah aku ? Jawaban : PERUSAHAAN PERSEORANGAN 20. WORD SQURE Media : Membuat kotak sesuai keperluan Buat soal sesuai dengan materi Langkah – langkah : 1. Sampaikan materi sesuai kompetensi 2. Bagikan lembar jawaban sesuai contoh 3. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban 4. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak Contoh : 1. Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara................... 2. .................digunakan sebagai alat pembayaran yang sah 3. Uang ...........saat ini banyak dipalsukan 4. Nilai bahan pembuatan uang disebut...................... 5. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang/jasa disebut nilai.......................... 6. Nilai perbandingan uang dalam negeri dengan uang asing disebut..................... 7. Nilai yang tertulis pada uang disebut nilai......................... 8. Dorongan seseorang untuk menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif.......... 9. Perintah seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut.................... 21. SCRAMBLE Media : Membuat pertanyaan yang sesuai dengan materi Buat jawaban yang diacak hurufnya Langkah – langkah : 1. Guru menyajikan materi sesuai TPK 2. Membagikan lembar kerja sesuai contoh Contoh : Susunlah huruf – huruf pada kolom sehingga merupakan kata kunci(Jawaban) dari pernyataan kolom A NO A B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara......... Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah......... Uang........saat ini banyak dipalsukan Nilai bahan pembuat uang disebut nilai.......... Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang/jasa disebut nilai....... Nilai perbandingan nilai uang dalam negeri dengan mata uang asing disebut....... Nilai yang tertulis pada uang uang disebut.......... Dorongan seseorang untuk menyimpan uang untuk keperluan jual/beli disebut motif................. Perintah tetulis dari seseorang yang mempunyai rekening di bank untuk membayar sejumlah uang disebut................. TARREB/............ GANU/............... TRASEK/.............. KISTRIANI/.......... LIRI/.................. SRUK/................. MINALON/............... SAKSITRAN/............ KEC/................. 22. TAKE AND GIVE Media : Kartu ukuran 10x15 cm sejumlah peserta, tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda dengan kartu lainnya, materi sesuai TPK) Kartu kontrol sejumlah siswa, contoh : Nama siswa sub materi, Nama yang diberi, dst Langkah – langkah : 1. Siapkan kelas sebagaimana mestinya 2. Jelaskan materi sesuai TPK 3. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari(dihapal) lebih kurang 15 menit 4. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing – masing. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu kontrol 5. Demikian seterusnya sampai tiap peserta mampu memberi dan menerima materi masing – masing 6. Untuk mengevaluasi keberhasilan, berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain) 7. Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan 8. Kesimpulan 23. CONCEPT SENTENCE Langkah – langkah : 1. Guru menyampaikan tujuan 2. Guru menyajikan materi secukupnya 3. Guru membentuk kelompok yag anggotanya 4 orang secara heterogen 4. Menyajikan kata ”KUNCI” sesuai materi TPK yang disajikan 5. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat 6. Hasil diskusi kelompok, disiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru

Minggu, 10 Juni 2012

Nomor Registrasi Guru ( NRG )

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan Guru terkait Nomor Registrasi Guru (NRG) sebagai kelengkapan/persyaratan untuk mengurus di Bank Mitra (Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI) Berikut kami tampilkan Softcopy data NRG masing-masing guru. Silahkan didownload link dibawah : http://www.ziddu.com/download/19402419/Nomor_Registrasi_Guru.pdf.html Bagi guru penerima TPP yang blm muncul NRG nya (kolom NRG Kosong), kami himbau agar segera mengurus ke dinas Pendidikan kab. Gresik selanjutnya akan diusulkan ke KEMENDIKBUD Jakarta. Karena syarat Pencairan salah satunya harus mempunyai NRG. Adapun berkasnya al. : 1. Fotocopy Sertifikat Pendidik 2. Fotocopy Data NUPTK Demikian informasinya dah harap diperhatikan.

Kamis, 07 Juni 2012

Pengertian Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi (EEK)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berkarakter memperkenalkan istilah Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi (EEK). EEK ini diletakkan di dalam prosedur pembelajaran pada bagian inti. Mari kita bahas pengertiannya satu persatu. Pengertian Eksplorasi Eksplorasi adalah kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk membuat rencana untuk membangun pengetahuan dasar siswa. Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk Reading skills, siswa diperkenalkan kosakata yang akan dipakai dalam teks. Atau dilakukan review vocabulary untuk mengetahui kemampuan awal siswa sehingga tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran reading. Pengertian Elaborasi Elaborasi adalah kegiatan inti pembelajaran. Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris reading skills siswa diminta melakukan serangkaian kegiatan misalnya menjawab pertanyaan tentang isi teks, menemukan pokok pikiran atau informasi detil dari bacaan. Pengertian Konfirmasi Konfirmasi merupakan tahap akhir dari pembelajaran. Pada bagian ini guru memberikan feedback terhadap para peserta didik. Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris Reading Skills, guru memberikan penguatan atau pembetulan error yang dilakukan siswa selama kegiatan belajar mengajar. Bagaimana susunan kegiatan pembelajaran dengan EEK ini? Karena disusupi oleh Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi (EEK), maka susunan kegiatan pembelajaran menjadi seperti di bawah ini: 1. Kegiatan Awal 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi c. Konfirmasi 3. Kegiatan Penutup